Monday, March 24, 2014

Bill of Lading


BILL OF LADING (B/L)

A.DEFINISI
Bill of Lading  (B/L) adalah surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalamkapal laut yang juga merupakan tanda bukti kepemilikan barang dan juga sebagai buktiadanya kontrak atau perjanjian pengangkutan barang melalui laut. Banyak istilah yang pengertian dan maksudnya sama dengan B/L seperti Air Waybill untuk pengangkutandengan pesawat udara, Railway Consignmnet Note untuk pengangkutan menggunakankereta api dan sebagainya.Untuk lebih memudahkan pemahaman disini kita menggunakan istilah B/L. Dalam bahasa Indonesia B/L sering disebut dengan konosemen , merupakan dokumen pengapalan yang paling penting karena mempunyai sifat jaminan atau pengamanan. AsliB/L menunjukkan hak pemilikan atas barang-barang dan tanpa B/L seseorang atau pihak lain yang ditunjuk tidak dapat menerima barang-barang yang disebutkan di dalam B/L.

B.PIHAK-PIHAK YANG TERCANTUM DALAM B/L
Penggunaan B/L sebagai bagian dari dokumen yang dibutuhkan dalam perdagangan ekspor impor melibatkan berbagai pihak, antara lain :
1. Shipper  yaitu pihak yang bertindak sebagai beneficiary.
2. Consignee yaitu pihak yang diberitahukan tentang tibanya barang-barang.
3. Notify party yaitu pihak yang ditetapkan dalam L/C.
4. Carrier  yaitu pihak pengangkutan atau perusahaan pelayaran.

C.FUNGSI POKOK B/L
B/L memiliki fungsi antara lain :
1.Bukti tanda penerimaan barang, yaitu barang-barang yang diterima oleh pengangkut (carrier ) dari shipper (pengirim barang atau eksportir) ke suatu tempattujuan dan selanjutnya menyerahkan barang-barang tersebut kepada pihak  penerima (consignee atau importir).
2.Bukti pemilikan atas barang ( document of title) , yang menyatakan bahwa orangyang memegang B/L merupakan pemilik dari barang-barang yang tercantum padaB/L/.
3.Bukti perjanjian pengangkutan dan penyerahan barang antara pihak pengangkutdengan pengiriman.

D.PEMILIKAN BILL OF LOADING (B/L)
Kepemilikan suatu B/L dapat didasarkan kepada beberapa hal antara lain :

1. B/L atas pemegang (  Bearer B/L )
Jenis B/L ini jarang digunakan. Yang dimaksud dengan “bearer ” adalah pemegangB/L dan karena itu setiap orang yang memegang atau memiliki B/L tersebut dapatmenagih barang-barang yang tersebut pada B/L. Jenis ini mencantumkan kata“ bearer ” di bawah alamat consignee.

2. Atas nama dan kepada order (  B/L made out to order )
Pada B/L ini akan tercantum kalimat “consigned to order of ” di depan atau di belakang nama consignee atau kepada notify address. Biasanya syarat B/Ldemikian ini ditandai dengan mencantumkan kata order pada kotak consignee padaB/L yang bersangkutan.Pemilikan B/L ini dapat dipindahkan oleh consignee kepada orang lain denganendorsement yaitu menandatangani bagian belakang B/L tersebut. Bunyi kata-kata atau kalimat pada bagian belakang B/L adalah sebagai berikut :

3.B/L atas Nama ( straight B/L)
Bila sebuah B/L diterbitkan dengan mencantumkan nama si penerima barang (consignee) maka B/L tersebut disebut B/L atas nama (straight B/L). Pada straight  B/L menggunakan kata-kata “ consigned to ” atau “ to ” yang diletakkan diatas alamat dari consignee tersebut. Apabila diinginkan pemindahan hak milik barang-barangtersebut maka haruslah dengan cara membuat pernyataan pemindahan hak milik yang disebut declaration of assignment  , dan bilamana dilakukan endorsement  maka pemindahan pemilikan tersebut tidak dianggap berlaku.

E.JENIS-JENIS B/L
Suatu B/L dapat dibedakan berdasarkan penyataan yang terdapat pada B/Ltersebut, dibagi menjadi beberapa jenis antara lain :

1.      Received for Shipment B/L
B/L yang menunjukkan bahwa barang-barang telah diterima o;rh rtusahaan pelayaran untuk dikapalkan, tetapi belum benar –benar dimuat atau dikapalkan pada batas waktu yang ditetapkan dalam L/C yang bersangkutan. Resiko yangmungkin akan terjadi pada B/L jenis ini adalah :a.Kemungkinan barang akan dimuat dengan kapal lain.
b.Bila terjadi pemogokan, barang-barang tersebut terbengkalai dan rusak.c.Kemungkinan penambahan ongkos atau biaya lain seperti sewa gudang dansebagainya.

2.      Shipped on Bard B/L
B/L yang dikeluarkan apabila perusahaan perkapalan yang bersangkutan mengakui bahwa barang-barang yang akan dikirim benar-nebar telah berada atau dimuatdiatas kapal.

3.      Short Form B/L
B/L yang hanya mencantumkan ctatan singkat tentang barang ynag dikapalkan(tidak termasuk syarat-syarat pengangkutan).

4.      Long Form B/L
B/L yang memuat seluruh syarat-syarat pengangkutan secara terperinci.

5.      Through B/L
B/L yang dikeluarkan apabila terjadi transhipment akibat dari tidak tersedianya jasa langsung ke pelabuhan tujuan.

6.      Combined Transport B/L
B/L yang digunakan pada saat terjadi transhipment dilanjutkan kemudian dengan pengangkutan darat.

7.      Charter Party B/L
B/L yang digunakan apabila pengangkutan barang menggunakan “charter” (sewa borongan sebagian / sebuah kapal).

8.      Liner B/L
B/L yang dikeluarkan untuk pengangkutan barang dengan kapal yang telahmemiliki jalur perjalanan serta persinggahan yang terjadwal dengan baik.

F.KONDISI B/L
Kondisi suatu B/L dapat dinyatakan dalam beberapa kategori berdasarkan keadaan barang yang diterima untuk di muat :

1..Clean B/L
B/L yang didalamnya tidak terdapat catatan-catatan tentang kekurangan-kekurangan mengenai barang serta menyatakan barang yang dimuat dalamkeadaan baik dan lengkap dengan tidak ada cacat. Pada B/L tersebut terdapat kata-kata : “Shipped in apparent good order and conditions on board ………”

2. Unclean B/L
B/L yang didalamnya terdapat catatan menyatakan barang yang tidak sesuaidengan syarat-syarat L/C dan terdapat kerusakan pada barang. Biasanya catatantersebut dinyatakan dalam kata-kata : old gunny bag, stained case, straw wrapped only, unprotected dan sebagainya.

3.Stale B/L
B/L yang belum sampai kepada consignee atau agennya agennya ketika kapal pembawa barang-barang telah tiba di pelabuhan tujuan .Masalah yang timbul bila barang-barang tidak diambil di pelabuhan tujuan dapatterjadi seperti :
a.Kemungkinan pencurian dan pencurian kecil-kecilan( pilferage)
b.Penalty yang dibebankan pengusaha pelabuhan tiap hari (biaya demurrage).
c.Kerusakan-kerusakan barangd.Penjualan melalui lelang umumOleh karena itu Stale B/L dapat dihindarkan dengan cara :
1)      Mengizinkan pengiriman B/L langsung kepada pembeli tanpa melaui bank 
2)      Mengizinkan pengiriman B/L langsung kepada agen di negara pembeli
c.Mengizinkan pengiriman B/L langsung kepada kapal pengangkut

G.PENANGANAN B/L
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani penerimaan B/Lkhususnya oleh petuas bank yang terlibat didalamnya antara lain:
1.B/L harus diterima langsung dari maskapai pemgapalan atau pengangkutan yangmenerbitkannya.
2.Pada B/L harus disebutkan nama dan alamat eksportir, consignee, order dari bank devisa yang menegisier.
3.B/L harus ditandatangani oleh pejabat yang berhak menandatanganinya, specimentanda tangan telah ada pada bank.
4.B/L harus dicocokan dengan Invoice dan L/C dalam hal :nomor dan tanggal L/C serta nama bank pembuka L/Cnama, jumlah dan ukuran barang pelabuhan pengiriman pelabuhan tujuan pihak pengirim dan penerima
5.Bank harus dapat mengenal dan membedakan syarat-syarat B/L yang dapatditerima dari jenis-jenis pernyataan dalam B/L yang ada, yaitu :
a. Shipped on Board B/L :dapat diterima
b.Received for Shipment :tidak dapat diterima dan harus minta“ L/C amendment  ”
6.Bank tidak dibenarkan menerima atau menegosiasi Unclean B/L kecuali syarat L/Ctegas-tegas mengizinkannya.
7.Tanggal B/L tidak boleh melewati batas tanggal pengapalan terakhir
8.B/L harus cocok dengan L/C tentang pelaksanaan pembayaran freight ( prepaid , payable at destination atau collect ).9.Dalam hal ekspor dilaksanakan dengan transshipment, harus diteliti apakah :
a.Diminta through B/L dengan second carrier endorsement atau cukup denganthrough B/L tanpa second carrier endorsement

b.Diminta B/L issued by second carrier (hanya diizinkan untuk pelaksanaan transhipment  di dalam negri kecuali ada perubahan peraturan).

Yudisium Universitas Nasional Semester Ganjil 2014

Yudisium adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik. Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah di ambil mahasiswa  dan penetapan nilai dalam transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat berwenang yang dihasilkan dari keputusan rapat yudisium. Rapat yudisium diselenggarakan oleh Senat Fakultas atau Peogram Pascasarjana. Keputusan Yudisium dinyatakan dengan keputusan Dekan atau Direktur Program Pascasarjana.

Hari itu tanggal 8 Maret 2014, hari dimana diselenggarakan yudisium fakultas Ekonomi di Universitas Nasional semester ganjil tahun 2013/2014. Hari yang berbahagia bagi mahasiswa FE Unas, karena pada hari itu ditetapkan bahwa mahasiswa tersebut yang lulus dapat menggunakan gelar S.E atau Sarjana Ekonomi. Menurut saya, hari itu dapat dikatakan sebagai hari "mau kemana kita?", karena kehidupan sebenarnya adalah ketika kita lulus dari perguruan tinggi entah swasta atupun negeri, mau melangkahkan kaki kita kemana lagi?????". Apakah akan melanjutkan studi Strata dua, entah langsung mencari-cari pekerjaan, buka usaha, pulang kampung ke rumah orang tua, nikah, ataupun menjadi pengacara (pengangguran banyak acara), entahlah hanya pribadi masing masing yang bisa menjawabnya.

Hari tersebut diumumkan pula, nilai-nilai dari masing masing mahasiswa yang lulus, serta di umumkan mahasiswa terbaik dari setiap jurusan. Setelah itu pembekalan dari alumni dan dosen-dosen, agar menjadi alumni yang berintegritas, menjunjung tinggi nama almamater, dan yang terpenting menjadi manusia yang bermoral baik. Setelah acara inti selesai, dilanjutkan dengan makan bersama dengan keluarga besar fakultas ekonomi Universitas Nasional, dan foto bersama antara mahasiswa dan para dosen.


hasil foto yang diabadikan di kamera saya


Mahasiswa terbaik lulusan FE Unas 2014 jurusan Akuntansi dan Manajemen


Sebagian mahasiswa FE Unas Manajemen berfoto bersama



Thursday, January 9, 2014

IKLAN DAN DIMENSI ETISNYA

IKLAN DAN DIMENSI ETISNYA

Kegiatan pemasaran adalah kegiatan menciptakan, mempromosikan, dan menyampaikan barang atau jasa kepada para konsumennya. Pemasaran juga berupaya menciptakan nilai yang lebih dari pandangan konsumen atau pelanggan terhadap suatu produk perusahaan dibandingkan dengan harga barang atau jasa dimaksud serta menampilkan nilai lebih tinggi dengan produk pesaingnya. Kegiatan pemasaran untuk prosuk barang dan jasa, tentu saja berbeda dalam penanganannya. Biasanya untuk produk barang seringkali diiklankan di media, sedangkan untuk jasa secara etis dan moral relatif sangat sedikit yang diiklankan kepada umum secara terbuka.
       
Dalam buku periklanan Frank Jefkins, Institut Praktisi Periklanan Inggris mendefinisikan istilah periklanan sebagai berikut : periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya semurah-murahnya.

Dengan berbagai macam manfaat atau kebaikan yang dapat ditumbulkan oleh iklan, ada dampak negatif atau keburukan dari adanya iklan. Efek negatif dari iklan bisa sangat signifikan karena tiga faktor utama dari ciri-ciri dasar iklan, yaitu :
1.      Persuasif
Iklan bagaimanapun juga akan selalu mempunyai unsur membujuk seseorang untuk mempercayai isi pesan pada iklan tersebut dengan harapan konsumer mau memperhatikan, mencoba dan menjadi loyal terhadap suatu produk/jasa.
2.      Frekuensi
Iklan akan selalu ditampilkan dengan frekuensi yang tinggi dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak konsumer dan makin mudah diingat oleh konsumer.
3.      Exposure
Eksposur berkaitan dengan bagaimana pengiklan berusaha “mengurung” konsumer dengan berbagai macam media untuk menyampaikan pesan-pesan iklannya. Setiap media yang digunakan berarti akan menambah tingkat eksposur dari produk/jasa tersebut sehingga konsumer selalu teringat atas produk/jasa tersebut.
Menyadari sisi baik dan buruk dari periklanan, maka perlu disusun suatu pedoman Etika Periklanan di Indonesia (yaitu kitab Etika Pariwara Indonesia). Ciri-ciri iklan yang baik, yaitu:
1.      Etis: berkaitan dengan kepantasan.
2.      Estetis: berkaitan dengan kelayakan (target market, target audiennya, kapan harus ditayangkan.
3.      Artistik: bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khalayak.

Etika iklan secara umum
a)        Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan
b)        Tidak memicu konflik SARA
c)        Tidak mengandung pornografi
d)       Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
e)        Tidak melanggar etika bisnis, ex: saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
f)         Tidak plagiat.
       
Sebagai contoh salah satu iklan di Indonesia yaitu Xtra Joss dengan E-Juss. Dalam video iklan tersebut di perankan oleh Sule sebagai supir angkot yang di tengah perjalanan mengalami keletihan (dalam iklan ini memakai kata “gembos”). Para penumpang di angkot Sule yang beratribut seperti tokoh di iklan jenis minuman suplemen merek lain, menegur Sule.  Yang dimaksud adalah extra joss, karena dalam iklan extra sebelumnya seluruh pemeran dalam iklan memakai kaos berwarna kuning yang melambangkan warna extra joss. Kemudian sule meminum suplemen (E-JUSS), dan setelah meminumnya ia kembali bertenaga dan menarik angkotnya menggunakan tangan.

Beberapa waktu kemudian, seakan Extra Joss membalas iklan sindiran dari E-juss dengan iklan. Di iklan tersebut extra joss memiliki semacam jargon yaitu “laki-laki minum rasa-rasa, ya nggak laki” bahkan digambarkan para lelaki yang loyo bekerja tersebut meminum minuman berwarna ungu yang menggambarkan warna E-Juss seperti dalam iklan Sule dan bersuara perempuan.
       
Etika sebenarnya lebih kuat dari pada hukum positif karena sangsinya apabila seseorang tersebut melanggar etika akan mendapatkan sangsi sosial di masyarakat misal dikucilkan.
       
Dalam UU RI No. 8 Thn 1999 tentang tidak boleh melanggar etika mungkin akan membingungkan hakim dari mana menilainya? Hal tersebut tidak bisa diukur karena setiap daerah mempunyai etika yang berbeda-beda.
Dalam Kitab Etika Pariwara Indonesia intinya ada 3 poin yaitu :
1.      Iklan harus jujur atau bertanggung jawab
2.      Bersaing secara sehat
3.      Melindungi dan menghargai khalayak , tidak bertentangan dengan hukum

Ada beberapa persoalan etis yang ditimbulkan oleh iklan, khususnya iklan manipulative dan iklan pesuasif non-rasional yaitu :
1.   Pertama, iklan merong-rong otonomi dan kebebasan manusia. Iklan membuat manusia tidak lagi dihargai kebebasannya dalam menentukan pilihannya untuk memperoleh produk tertentu. Banyak pilihan dan pola konsumsi manusia modern sesungguhnya adalah pilihan iklan. Manusia didikte oleh iklan dan tunduk kepada kemauan iklan, khususnya iklan manipultive dan persuasive non rasional. Pada fenomena iklan manipulative, manusia benar-benar menjadi objek untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dan tidak sekedar diberi informasi untuk membantunya memilih produk tertentu. Yang menarik disini adalah bahwa manusia modern mengklaim dirinya sebagai manusia bebas dan menuntut untuk dihargai kebebasannya. Adanya berbagai pilihan yang terbuka dalam konsumsinya juga menandai kehidupan manusia modern sebagai manusia bebas. Tetapi pihak lain, manusia adalah budak iklan, ia tidak bisa hidup tanpa iklan bahkan dikte oleh iklan. Sejak kecil ia terpukau oleh iklan yang mmpengaruhinya untuk membeli apa yang diiklankan, entah dengan memaksa orang tuanya, memaksa suami atau istri, bahkan dengan tindakan jahat sekalipun.
2.  Kedua, dalam kaitan dengan itu iklan manipulative dan persuative non rasional menciptakan kebutuhan manusia dengan akibat manusia modern menjadi konsumtif. Secara ekonomis hal itu baik karena akan menciptakan permintaan dan ikut menaikkan daya beli masyarakat.bahkan dapat memacu produktivitas kerja manusia hanya demi memenuhi kebutuhn hidupnya yang terus bertambah dan meluas.namun dipihak lain muncul masyarakat konsumtif, dimana banyak dari apa yang dianggp manusia sebagai kebutuhannya yang sebenarnya bukan kebutuhan yang hakiki.
3.   Ketiga, yang juga menjadi persoalan etis yang serius adalah bahwa iklan manipulative dan persuative non rasional malah membentuk dan menentukan identitas atau ciri dari manusia modern. Manusia modern merasa belum menjadi dirinya kalau belum memiliki barang sebagimana di tawarkan iklan, ia belum merasa diri penuh kalau belum memakai minyak rambut seperti diiklankan bintang film terkenal dan seterusnya. Identitas manusia modern hanyalah identitas misal : serba sama, serba tiruan, serba polesan dan serba instan.
4.    Keempat, bagi masyarakat modern tingkat perbedaan ekonomi dan social yang tinggi akan merong-rong rasa keadilan sosial masyarakat. Iklan yang menampilkan yang serba mewah sangat ironis dengan kenyataan sosial, dimana banyak anggota masyarakat masih berjuang sekedar hidup. Iklan yang mewah trampil seakan-akan tanpa punya rasa solidaritas dengan sesama yang miskin.



Monday, December 9, 2013

Jalan Jalan ke Bursa Efek Indonesia

Pagi tadi pukul 8.30 WIB, mata masih keriyep keriyep, males beranjak dari tempat tidur, teringat akan satu kata yaitu "SKRIPSI". Data belum ada, waktu mepet membuat saya langsung bergegas untuk mencari data ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebenarnya saya ga tau, akses kesana naik apa, gedungnya itu sebelah mana, bentuk nya kaya apa, warnanya kaya apa, sampe rasanya pun saya gatau kaya apa? *loh??? (skip). Dengan bermodal nekat, pede, saya jalan sendiri di tengah hari bolong yang membuat kulit terasa matang, saking panasnya. Cari cari di eyang google dulu sebenernya, katanya sih deket Pasific Place, masalahnya saya aja gatau Pasific Place itu dimana???? Yaudalah, langsung jalan aja dari depan gang rumah naik angkot menuju PGC untuk naik Transjakarta. Di Halte celingak celinguk dulu, akhirnya memutuskan untuk naik TransJak ke arah Grogol atau Pluit, turun di Plaza Semanggi, trus transit ke arah Bendungan hilir yang melalui jembatan sangat panjang, berasa kaga nyampe nyampe. Sesampainya di Benhil (nama bekennya), liat peta kaya dora, sambil googling lagi katanya dekat Polda Metro, yauda naik TransJak lagi ke arah BlokM, kali ini sambil liat liat dulu dari dalam TransJak gedungnya itu sebelah mana, sampai di halte Polda lewat, saya pun tidak turun, karena belum liat gedungnya sebelah mana. Pas Transjak nya jalan ternyata tidak jauh, kira kira 20m dari halte terlihat gedung IDX atau BEI. Karena kelewat satu halte, saya turun di halte berikutnya, yaitu senayan. Ternyata malah jauhan dari senayan daripada Polda . Yauda terlanjur turun dengan bodohnya baru mikir "kenapa tadi gua kaga naik balik arah???" ah yasudah lah, sudah keluar dari halte. Akhirnya berjalan balik arah menuju gedung IDX. Sampai di gedung IDX nanya dulu sama pak satpam, kebetulan pak satpamya yang nanya saya duluan, mungkin saya kaya orang ilang.
Pak Satpam: sambil mesam mesem, mau kemana neng?
saya: mau ke gedung ini pak, sambil menunjuk gedung IDX
Pak Satpam: mau ngapain emangnya neng?
saya: kepoooooo (engga deng saya ga jawab itu). Mau cari laporan keuangan pak, siapa tau ada yang buang sembarangan
Pak Satpam: hahahaha, yauda eneng dari sini lurus terus belok kanan.
saya: makasih ya pak, sambil senyum :D

Jalan lagi deh sesuai yang bapaknya bilang, pas belok kanan, loh ko ga ada pintu, akhirnya jalan lagi lumayan jauh loh. ngikutin aja orang jalan. Akhirnya sampai di depan gedung yang saya nanti-nantikan. Gedung Bursa Efek Indonesia, tepatnya di depan Pasific Place persis. Masuk ngikutin orang aja dengan pede nya, dan ternyata ada pak satpam yang menjaga pintu kira kira ada 3 orang, saya tanya kepada salah satu pak satpam , "pak, kalo mau cari data keuangan sebelah mana ya pak?''. Pak Satpam menjawab "mbak, masuk aja sambil menunjuk tower 2, nanti naik kelantai satu, tepat di samping bank bri".
Langsung saya bergegas, karena sudah masuk jam makan siang, saya takut tutup jika istirahat.
Di depan pintu ada yang menjaga lagi yaitu banyak sekali satpamnya. Tanya lagi kepada bapak satpam, "pak kalo mau cari data keuangan dimana ya?" dan pak satpam nya menjawab "disini, di lantai satu mbak, masuk nya dari sini, abis itu langsung ke situ (menunjuk tempat para satpam wanita yang sedang duduk seperti meja informasi atau apalah itu namanya)".

Di depan penjaga satpam wanita ini, saya diminta untuk menunjukkan KTP atau SIM. Ya ampun saya tidak membawa KTP setelah saya cari cari di dompet, SIM ga punya. saya langsung disuruh menuju ke meja supervisor tepat di sampingnya, untuk menyampaikan keluhan saya. "pak, saya ga bawa ktp, adanya kartu mahasiswa" melas saya. setelah dilihat lihat sebentar, kartu mahasiswa saya, saya diizinkan masuk dengan membawa kartu visitor. Alhamdulillah baiknya bapak itu mengizinkan saya masuk. akhirnya saya naik ke lantai satu, dan masuk ke library nya yang mengharuskan tas nya dititipkan. Setelah menitipkan tas, tidak seperti yang saya bayangkan, tempatnya sangat nyaman, sejuk, warna serta penataan ruangnya cukup enak dipandang tidak seperti perpustakaan pada umumnya. Disana terdapat beberapa komputer, yang disewakan 10 ribu rupiah per dua jam, disana juga terdapat fasilitas wifi, dan print dengan harga seribu rupiah per lembar. Dengan tidak menyia-nyiakan waktu saya langsung mencari data laporan keuangan, yang memang menjadi tujuan saya ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Friday, November 15, 2013

skripsi skripsi skripsi

SKRIPSI adalah sebuah kata, tapi mengapa menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa termasuk saya. Entah apa yang membuatnya menjadi terlihat sulit.
Apakah materinya?
Apakah ujiannya?
Apakah dosen pembimbingnya?
Entahlah..
Saya pun masih menunggu jawaban yang tepat untuk menginteprestasikannya :)
Semoga semua berjalan sesuai harapan. aamiin.

Thursday, May 2, 2013

pengingatku :)

satu satu nya hal bukti bahwa aku mencintainya adalah mengikhlaskannya -daa-

Saturday, April 20, 2013

Pulau Harapan bareng Komunitas WPI

yap libur telah tiba, libur telah tiba hore hore hore hooooreeeee. Akhirnya setelah satu semester berjuang, akhirnya dapat melepas penat, istirahat sejenak menenangkan pikiran. Sejak lama aku dan teman temanku berencana untuk liburan bersama di pulau harapan. Sampai sampai ada salah seorang dari temanku berinisiatif menjadi "Bank" agar anak-anak yang ingin ikut berlibur di pulau harapan dapat mengumpulkan uang sedikit demi sedikit hihi *maklum anak kuliahan . Setelah satu semester mengumpulkan uang dan tercukupi langsung mencari tanggal yang pas untuk berangkat ke Pulau Harapan karena liburan kami tepat pada musim hujan. Akhirnya di dapatlah tanggal yang pas yaitu tanggal 2-3 Maret 2013. Kami dari Fakultas Ekonomi Manajemen angkatan 2010 Universitas Nasional yang berangkat sekitar 20 orang. Hari itu pun telah tiba, kami berangkat dari rumah, sekitar jam 5 pagi untuk ke muara angke, berhubung ada beberapa teman yang menginap di rumah ku, maka kami berangkat bareng, ada yang janjian di halte busway pinang ranti ataupun di pluit, atau langsung ketemuan di muara angke nya. Sesampainya di muara angke yang becek maklum karena pasar ikan jadi jangan kaget kalo kesana disarankan memakai sendal jepit agara tidak mengotori sepatu indah kalian hahaha. Kami berkumpul di pom bensin Muara angke dan bertemu mba aki yang punya travel, dan diantarlah kita ke kapal yang akan menuju pulau harapan, disarankan untuk mengikuti karena banyak sekali kapalnya dan berbeda tujuan takutnya malah naik kapal yang buat ngangkut ikan hihihi. Setelah sampai di kapal jangan kaget ataupun membayangkan seperti kita naik kapal predator yang cepat yang kaya artis artis hollywood gitu tetapi kalian akan  melihat kapal motor cuma agak besar tingkat ya cukup lah mengangkut 200 orang . Carilah posisi duduk yang nyaman karena perjalanan cukup jauh yaitu sekitar 3 jam anda berada di tengah laut. Sesaimpainya di Pulau Harapan, langsung ke home stay sekitar jam 11. Sekitar habis zuhur dan solat kita akan pergi ke beberapa pulau untuk snorkeling. Jadi manfaatkan waktu sebelum snorkeling untuk narsis dan makan siang dulu . Ini hasil foto fotoku menjepret teman teman yang narsis :


Setelah narsis narsis dan makan, langsung siap siap untuk snorkeling, ini beberapa view snorkelingnya :


ga snorkeling juga, kita berenti di beberapa pulau bagus, pasir putih yang bikin eeeeeh bali kali kalah kali, disini juga banyak bule bule yang pada pengen liat juga keindahan kepulauan seribu loh . Kaya pas mau moto temen temen, eh tiba tiba bule langsung aja sok asik sok kenal sok deket ikutan poto juga, tapi seru ko, ramah bule bule nya :) :

ini waktu di Pulau Bira Kep. Seribu


Setelah ke pulau Bira kita lanjut lagi ke pulau kayu angin bira, sayangnya akika ga moto moto disini huhu :(. Karena udah mau hampir sunset kita langsung bergegas ke pulau Bulat untuk melihat view sunset yang pas 

Di Pulau Bulat adalah pulau terakhir untuk hari pertama yang dikunjungi :). Setelah sampai lagi di home stay, bergegas mandi dan makan malam, dan barbeque night yang disajikan oleh ikan bakar yang besat besar dan cumi ditepoungin, nyom nyom nyom :9 . Hari mulai gelap pekat dan mata mulai lelah, badan sudah terasa capek, langsung bobo deh biar besok pagi mengejar sunrise .
Keesokan pagi nya bangun, dan bergegas mengejar sunrise di Pulau Harapan :









setelah mengejar sunrise, langsung sarapan dan menuju kapal untuk jalan jalan ke pulau tongkeng, yang terfavorit, kenapa favorit? karena sepi pulaunya, kami serasa punya pulau prbadi hanya ada kami aja dan pengelola pulau , pasirnya putih bening lautnya airnya biru, dan kaya ada bungalownya gitu, kaya nya cocok yang mau bulan madu di situ hihi :p







Setelah berlama lama bermain di pulau tongkeng lanjut lagi ke pulau kelapa dua, disini ada penangkaran penyu dan rumah rumah suku bugis yang tingkat tingkat gitu, bagus deh, sayang ga saya poto lagi rumah rumah suku bugisnya :(



Kemudian, dari pulau kelapa dua ini kita bergegas pulang ke pulau harapan karena mengejar kapal yang ke jakarta atau muara angke, agar mendapat posisi yang nyaman buat bobo di perjalanan. Senang bahagia rasanya jalan jalan bareng komunitas WPI karena home stay dan makanannya enak, dapet foto underwaater juga, ga mengecewakan lah, dengan harga murah dibanding yang lainnya . Semoga bisa trip bareng lagi ke tempat yang lebih indah lagi di surganya Indonesia :)