Wednesday, February 6, 2013

Kanker payudara


Kanker payudara, penyakit mematikan yang kerap menyerang wanita ini telah menemukan titik terang dalam metode pengobatan paling mutakhir untuk menyembuhkannya.


Tim peneliti dari AS telah menemukan peluang pengobatan baru bagi penderita kanker payudara bahkan melalui cara yang tidak pernah diduga sebelumnya, yakni pengobatan menggunakan virus cacar air.

Melalui percobaan menggunakan seekor tikus, Tim peneliti dari Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, New York City menemukan bahwa sebuah virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab cacar air dapat dipergunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker payudara tertentu yang disebut dengan triple-negative breast cancer atau TNBC.

TNBC merupakan jenis kanker payudara yang cukup sulit disembuhkan karena tidak sensitif terhadap terapi kekebalan atau hormonal khusus yang sering diberikan pada jenis kanker payudara lainnya. Sekali pun jenis kanker TNBC dapat diobati dengan kemoterapi, namun kanker jenis ini cenderung lebih agresip dan berpotensi kambuh.

Lewat percobaan, peneliti memastikan bahwa vaccinia virus yang disebut GLV-1h164 ini dapat memasuki sel-sel kanker dan menyebabkan kerusakan pada tumor sekaligus mencegah pertumbuhan pembuluh darah di dalam tumor yang ada pada tubuh tikus percobaan. Hal ini menghasilkan kerusakan yang signifikan pada tumor.

“Satu alasan mengapa saya ingin memfokuskan studi pada TNBC adalah karena pilihan pengobatan jangka panjang untuk kanker itu tak banyak,” ungkap Dr. Sepideh Gholami yang memimpin studi ini dan juga seorang dokter ahli bedah dari Stanford University Medical Center.

“Satu-satunya opsi yang ada sekarang adalah operasi dan kemoterapi tapi masalahnya kanker ini dapat bermetastasis lebih awal dan sangat agresif. Resistensi terhadap berbagai agen kemoterapi pun terjadi dengan cepat sehingga pasien akan seringkali kehabisan pengobatan,” tambahnya seperti dilansir dari abcnews.

Peneliti berencana mengemas virus ini dalam bentuk vaksin agar tingkat keamanannya tetap terjaga. Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut akan manfaatnya pada tubuh manusia, namun tim peneliti optimis bahwa ini adalah titik terang yang mencerahkan dalam upaya menyembuhkan kanker payudara.

0 comments:

Post a Comment